Apakah E153 halal?

Halal

E153 umumnya dianggap halal. E153 — Karbon hitam, Karbon nabati — adalah bahan tambahan pangan. Penilaiannya sederhana di sini: E153 diproduksi dari bahan baku nabati atau mineral, kategori yang diterima hukum pangan Islam. Ini berlaku untuk merek apa pun, sehingga sebuah produk tidak menjadi meragukan hanya karena mengandung E153.

Klasifikasi otomatis, bukan putusan agama. Tidak ada ulama atau lembaga sertifikasi yang meninjau penilaian ini — selalu periksa sertifikasi halal produk itu sendiri.

Apa itu E153?

Karbon hitam, Karbon nabati. Pewarna makanan

Dari mana E153 berasal?

E153 diperoleh dari sumber nabati, mineral, atau sintetis, sehingga dengan sendirinya tidak menimbulkan persoalan asal hewani.

Sumber dan pandangan ulama tentang E153

Tidak ada perselisihan ulama yang berarti tentang bahan tambahan seperti E153. Zat berasal nabati, mineral, atau sintetis halal di semua mazhab fikih, berdasarkan kaidah bahwa makanan dibolehkan selama tidak diharamkan secara khusus — pendirian yang diterapkan Dewan Fatwa dan Riset Eropa pada nomor E nabati dan sintetis. Persoalan praktis yang diangkat ulama adalah kontaminasi silang saat produksi, dan itu urusan sertifikasi produk, bukan aditifnya sendiri.

Apakah E153 cocok untuk vegetarian? Cocok untuk vegetarian
Disetujui di Uni Eropa Ya
Disetujui di AS Tidak
Regulator keamanan pangan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Hanya keamanan pangan — bukan otoritas halal.

E153 dikenali secara internasional sebagai Codex/INS 153.
Persetujuan UE: Ya.
Persetujuan AS: Tidak.
Status vegetarian: Cocok untuk vegetarian.

Produk yang mengandung E153

Produk dalam basis data kami yang mencantumkan E153 pada bahannya:

  • Bourn Vita 500Gram Pauch — Cadbury (Haram)

Bagaimana putusan ini diperoleh

E153 dibuat dari bahan baku nabati atau mineral, tanpa bahan hewani.

Dikelola dan ditinjau oleh tim Halal & Healthy. Tentang Halal & Healthy · Baca metodologi lengkap

Apa dasarnya

Klasifikasi E153 bersandar pada catatan publik, bukan opini: taksonomi Open Food Facts memasok sinyal asal dan fungsi teknologis, register Food Standards Agency Inggris mengonfirmasi status izin, dan Peraturan Komisi (EU) No. 231/2012 menetapkan bahan baku yang secara hukum boleh dipakai membuatnya.

Baca metodologi lengkap

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah E153 halal?

E153 umumnya dianggap halal. E153 — Karbon hitam, Karbon nabati — adalah bahan tambahan pangan. Penilaiannya sederhana di sini: E153 diproduksi dari bahan baku nabati atau mineral, kategori yang diterima hukum pangan Islam. Ini berlaku untuk merek apa pun, sehingga sebuah produk tidak menjadi meragukan hanya karena mengandung E153.

Dari mana E153 berasal?

E153 diperoleh dari sumber nabati, mineral, atau sintetis, sehingga dengan sendirinya tidak menimbulkan persoalan asal hewani.

Apakah semua ulama sepakat tentang E153?

Tidak ada perselisihan ulama yang berarti tentang bahan tambahan seperti E153. Zat berasal nabati, mineral, atau sintetis halal di semua mazhab fikih, berdasarkan kaidah bahwa makanan dibolehkan selama tidak diharamkan secara khusus — pendirian yang diterapkan Dewan Fatwa dan Riset Eropa pada nomor E nabati dan sintetis. Persoalan praktis yang diangkat ulama adalah kontaminasi silang saat produksi, dan itu urusan sertifikasi produk, bukan aditifnya sendiri.

Apa hubungan E153 dengan penomoran Codex/INS dan regulasi pangan regional?

E153 dikenali secara internasional sebagai Codex/INS 153. Persetujuan UE: Ya. Persetujuan AS: Tidak. Status vegetarian: Cocok untuk vegetarian.

Bagaimana putusan ini diperoleh

E153 dibuat dari bahan baku nabati atau mineral, tanpa bahan hewani.

Bahan tambahan apa saja yang terkait dengan E153?

Seri nomor E yang sama — Pewarna: E152, E154, E151, E155

Periksa produk apa pun dalam hitungan detik

Pindai barcode dengan aplikasi gratis Halal & Healthy untuk langsung melihat apakah suatu produk halal — termasuk bahan tambahan, bahan, dan alternatif.

Dapatkan di Google Play Unduh di App Store