Panduan makanan halal
Jawaban jelas untuk pertanyaan yang paling sering diajukan tentang makanan halal: apa isinya, mengapa halal atau tidak, dan apa yang perlu dicek di label.
- Cara mengecek kehalalan suatu produk — Langkah demi langkah mengecek makanan: logo halal, daftar komposisi, kode bahan tambahan yang menyembunyikan asal hewani, label vegetarian, dan produsen.
- Apakah gelatin halal? — Halal tidaknya gelatin bergantung pada sumbernya: babi, sapi, atau ikan. Pendapat ulama, perdebatan istihalah, dan tempat gelatin tersembunyi di makanan.
- Apakah ginger ale halal? — Ginger ale adalah minuman ringan, bukan bir. Apa isinya, bahan mana yang halal, dan satu pertanyaan terbuka: etanol dalam perisa alami.
- Apakah hummus halal? — Hummus dibuat dari kacang arab, tahini, lemon, bawang putih, dan minyak, semuanya nabati. Apa yang bisa membuat hummus kemasan meragukan?
- Apakah saus tiram halal? — Saus tiram dibuat dari ekstrak tiram. Tiga dari empat mazhab membolehkannya; mazhab Hanafi tidak. Apa lagi yang perlu dicek di label.
- Apakah Red Bull halal? — Taurin Red Bull itu sintetis, bukan dari banteng, dan minumannya tanpa alkohol atau bahan hewani. Apa isi kalengnya dan varian bebas gulanya.
- Apa arti mushbooh (syubhat)? — Mushbooh berarti syubhat: tidak jelas halal, tidak jelas haram. Asal kata ini, bahan tambahan pangan yang syubhat, dan cara menghilangkan keraguannya.
- Bahan tambahan pangan apa yang haram? — Daftar singkat bahan tambahan pangan berstatus haram (E120, E542, E904, E920, E921), kelompok meragukan yang sering tertukar, dan nama seram yang halal.