Apakah E120 halal?
E120 haram (dilarang). E120 — Cochineal, asam karminat, karmin (Natural Red 4) — digunakan dalam makanan sebagai pewarna. Putusan ini berpangkal pada bahan bakunya: E120 diperoleh dari sumber hewani yang tidak dibolehkan oleh standar halal yang kami terapkan. Hanya versi E120 yang dibuat dari hewan yang dibolehkan, disembelih secara halal, dan tersertifikasi demikian yang akan mengubahnya — cari tanda halal pada produk yang bersangkutan.
Klasifikasi otomatis, bukan putusan agama. Tidak ada ulama atau lembaga sertifikasi yang meninjau penilaian ini — selalu periksa sertifikasi halal produk itu sendiri.
Apa itu E120?
Cochineal, asam karminat, karmin (Natural Red 4). Pewarna makanan (merah krimson)
Dari mana E120 berasal?
E120 berasal dari hewan. Status halalnya karena itu bergantung pada hewan sumber dan cara penyembelihannya, yang tidak pernah disebutkan pada daftar bahan — periksa sertifikasi produknya.
Sumber dan pandangan ulama tentang E120
Tidak semua otoritas menilai bahan tambahan seperti E120 dengan cara yang sama. Lembaga sertifikasi yang menerapkan standar OKI/SMIIC mensyaratkan sumber hewaninya sendiri halal dan disembelih secara syar'i — pembacaan lebih ketat yang diikuti situs ini. Dewan Fatwa dan Riset Eropa, dalam fatwa yang dinukil Islamweb, berpendapat bahwa bahan tambahan yang berubah total hingga zat asalnya lenyap (istihalah) menjadi suci dan halal. Pembaca yang memegang pendapat yang lebih ringan itu bisa sampai pada kesimpulan yang berbeda dari putusan yang ditampilkan di sini.
Pada E120, mazhab-mazhab fikih benar-benar berbeda pendapat. Mazhab Hanafi memandang serangga haram dimakan, sehingga pewarna yang berasal dari serangga pun haram — pendapat yang diterapkan sebagian besar lembaga sertifikasi. Mazhab Maliki membolehkan memakan serangga, dan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkan cochineal halal dengan alasan serangga tersebut hidup di tumbuhan dan tidak membahayakan. Karena itu, produk yang disertifikasi halal oleh lembaga yang mengikuti fatwa tersebut dapat secara sah mengandung E120.
| Fungsi | Pewarna |
|---|---|
| Apakah E120 cocok untuk vegetarian? | Tidak cocok untuk vegetarian |
| Disetujui di Uni Eropa | Ya |
| Disetujui di AS | Ya |
| Regulator keamanan pangan | BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Hanya keamanan pangan — bukan otoritas halal. |
E120 dikenali secara internasional sebagai Codex/INS 120.
Persetujuan UE: Ya.
Persetujuan AS: Ya.
Status vegetarian: Tidak cocok untuk vegetarian.
Produk yang mengandung E120
Produk dalam basis data kami yang mencantumkan E120 pada bahannya:
- Peanut — M&M's (Haram)
- M&M's peanut — Mars Wrigley (Haram)
- Monster Pacific Punch — Monster Energy (Haram)
- Gout Bacon — Tuc (Haram)
- Yogur Proteínas Fresa 0% — Hacendado (Haram)
- Tim Tam — Arnott's (Halal)
Bagaimana putusan ini diperoleh
E120 berasal dari sumber hewani yang tidak diizinkan oleh aturan halal.
Dikelola dan ditinjau oleh tim Halal & Healthy. Tentang Halal & Healthy · Baca metodologi lengkap
Apa dasarnya
Klasifikasi E120 bersandar pada catatan publik, bukan opini: taksonomi Open Food Facts memasok sinyal asal dan fungsi teknologis, register Food Standards Agency Inggris mengonfirmasi status izin, dan Peraturan Komisi (EU) No. 231/2012 menetapkan bahan baku yang secara hukum boleh dipakai membuatnya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah E120 halal?
E120 haram (dilarang). E120 — Cochineal, asam karminat, karmin (Natural Red 4) — digunakan dalam makanan sebagai pewarna. Putusan ini berpangkal pada bahan bakunya: E120 diperoleh dari sumber hewani yang tidak dibolehkan oleh standar halal yang kami terapkan. Hanya versi E120 yang dibuat dari hewan yang dibolehkan, disembelih secara halal, dan tersertifikasi demikian yang akan mengubahnya — cari tanda halal pada produk yang bersangkutan.
Dari mana E120 berasal?
E120 berasal dari hewan. Status halalnya karena itu bergantung pada hewan sumber dan cara penyembelihannya, yang tidak pernah disebutkan pada daftar bahan — periksa sertifikasi produknya.
Apakah semua ulama sepakat tentang E120?
Tidak semua otoritas menilai bahan tambahan seperti E120 dengan cara yang sama. Lembaga sertifikasi yang menerapkan standar OKI/SMIIC mensyaratkan sumber hewaninya sendiri halal dan disembelih secara syar'i — pembacaan lebih ketat yang diikuti situs ini. Dewan Fatwa dan Riset Eropa, dalam fatwa yang dinukil Islamweb, berpendapat bahwa bahan tambahan yang berubah total hingga zat asalnya lenyap (istihalah) menjadi suci dan halal. Pembaca yang memegang pendapat yang lebih ringan itu bisa sampai pada kesimpulan yang berbeda dari putusan yang ditampilkan di sini. Pada E120, mazhab-mazhab fikih benar-benar berbeda pendapat. Mazhab Hanafi memandang serangga haram dimakan, sehingga pewarna yang berasal dari serangga pun haram — pendapat yang diterapkan sebagian besar lembaga sertifikasi. Mazhab Maliki membolehkan memakan serangga, dan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkan cochineal halal dengan alasan serangga tersebut hidup di tumbuhan dan tidak membahayakan. Karena itu, produk yang disertifikasi halal oleh lembaga yang mengikuti fatwa tersebut dapat secara sah mengandung E120.
Apa hubungan E120 dengan penomoran Codex/INS dan regulasi pangan regional?
E120 dikenali secara internasional sebagai Codex/INS 120. Persetujuan UE: Ya. Persetujuan AS: Ya. Status vegetarian: Tidak cocok untuk vegetarian.
Bagaimana putusan ini diperoleh
E120 berasal dari sumber hewani yang tidak diizinkan oleh aturan halal.
Bahan tambahan apa saja yang terkait dengan E120?
Fungsi sama — Pewarna: E122, E123, E124, E127; Juga berasal dari hewan: E428, E542, E630, E632; Seri nomor E yang sama — Pewarna: E121, E125, E126, E128